Aksi Profit Taking Pukul Dolar, Rupiah Berakhir Naik Tipis 6 Poin

Aksi profit taking dan meningkatnya ketegangan setelah China menyita drone Angkatan Laut AS membuat laju terus dan memberikan keuntungan pada pergerakan . Menurut laporan Index pukul 15.56 WIB, mata uang Garuda menutup sesi dagang hari ini (19/12) dengan penguatan tipis sebesar 6 poin atau 0,04% ke level Rp13.389 per dolar AS.

Rupiah mengawali perdagangan dengan dibuka menguat 28 poin atau 0,21% ke Rp13.367 per dolar AS. Jeda siang, mata uang Garuda kembali naik 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.385 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.51 WIB, spot masih berada di zona hijau setelah menguat tipis 6 poin atau 0,04% ke posisi Rp13.389 per dolar AS yang bertahan hingga tutup dagang.

Pada perdagangan hari ini, dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama, menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik setelah China menyita drone Angkatan Laut AS. Kondisi tersebut diperburuk aksi pedagang yang mengambil untung di tengah reli terkuat the greenback sejak 2008. Akibatnya, setelah dibuka melemah 0,13% ke 102,82, mata uang Paman Sam kembali 0,23% ke 102,71 pada pukul 09.41 WIB.

“Saya tidak melihat indeks dolar AS bisa reli berkelanjutan,” ujar Ekonom Senior St. George Bank Ltd., Janu Chan. “Aksi profit taking kemungkinan besar ada di balik pelemahan dolar AS saat ini, tetapi mungkin hal tersebut juga karena kekhawatiran geopolitik atas laporan bahwa China merebut drone milik Angkatan Laut AS.”

Sementara itu, pergerakan mayoritas mata uang Asia Tenggara terhadap dolar AS cenderung bervariasi. Hingga Senin siang, selain rupiah, penguatan juga dialami baht Thailand yang naik 0,02%. Adapun mata uang lainnya bergerak melemah, seperti peso yang turun 0,02%, serta ringgit Malaysia dan dolar yang sama-sama terdepresiasi 0,04%.

Loading...