Aksi Demo 2 Desember Mencerminkan Perebutan Kekuasaan?

– Sejak runtuhnya rezim Soeharto pada tahun 1998, kembali terulang demo terbesar di pada Jumat (2/12) di mana umat dari seluruh berkumpul mengadakan aksi damai di Jakarta Pusat.

Awalnya, jika dilihat dari permukaan aksi unjuk rasa tersebut merupakan wujud protes terhadap Jakarta etnis Tionghoa Kristen, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Namun asal , memandang lebih jauh aksi ini sebagai perebutan kekuasaan yang terjadi dalam politik Indonesia.

itu digagas oleh lebih dari 200.000 orang anggota ormas Islam yang menuntut penangkapan Ahok yang diduga telah menghina Alquran. Presiden Joko Widodo dan sangat berhati-hati untuk menciptakan kesan bahwa aksi tersebut bukan masalah besar. Hal ini tercermin pada sejumlah slogan seperti ‘aksi super damai’ yang berulang kali ditampilkan lewat TV. tak pernah menyebut aksi tersebut sebagai demonstrasi, melainkan menyebutnya sebagai ‘doa bersama’.

Jika dalam aksi demo sebelumnya, Jokowi tidak muncul menemui demonstran, kali ini Jokowi justru hadir di depan publik dan mengatakan, “Terima kasih atas doa untuk keselamatan bangsa kita,” di tengah kerumunan massa usai salat Jumat di Monumen Nasional (Monas).

“Terima kasih, kepada semua orang yang hadir di sini karena telah menjaga segalanya agar berjalan tertib,” tuturnya. “Acara ini berjalan dengan baik. Terima kasih, semoga Anda selamat kembali ke rumah. Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar!”

Pemerintah mulai resah karena protes serupa berlangsung pada awal November berubah menjadi kekerasan hingga menewaskan 1 orang dan 350 di antaranya mengalami luka-luka. Namun Jokowi sendiri menganggap aksi tersebut ditunggangi oleh ‘aktor politik’ menjelang pemilihan gubernur DKI Jakarta pada Februari 2017 mendatang.

Pemerintah curiga ada politisi tertentu yang berusaha menghasut massa untuk menggulingkan Jokowi dan Ahok. Pasalnya, mereka dicurigai telah menerjunkan calon gubernur mereka sendiri.

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang membantah keras tuduhan bahwa dirinya berada di balik aksi demonstrasi tersebut mengusung putranya, Agus Harimurti Yudhoyono di Pilgub Jakarta 2017. Sedangkan Prabowo Subianto yang melawan Jokowi di Pilpres 2014 mengusung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Jokowi dan pemerintah sendiri cukup lega karena tidak terjadi hal yang cukup berarti selama aksi kemarin. Hanya ada 10 penangkapan, termasuk adik mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang merencanakan demo secara tidak sah, namun peserta telah pulang ke rumah secara tertib usai salat Jumat.

Meski demikian, pemerintahan Jokowi saat ini tidak akan berjalan mulus. Pasalnya ia harus menangani potensi kenaikan inflasi akibat kenaikan minyak, lemahnya nilai tukar .

Loading...