Akhiri Tren Negatif, Rupiah Ditutup Menguat

kali ini mampu memanfaatkan momentum pelemahan dolar AS jelang pertemuan Donald Trump dengan Presiden China, Xi Jinping, sekaligus mengakhiri tren negatif yang terjadi dalam beberapa sesi sebelumnya. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda mengakhiri Rabu (5/4) ini dengan penguatan sebesar 11 poin atau 0,08% ke Rp13.320 per dolar AS.

Rupiah membuka perdagangan dengan sangat tipis 1 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.330 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali naik 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.327 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.32 WIB, spot masih bertahan di zona hijau setelah mengalami apresiasi sebesar 11 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.320 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, pergerakan indeks dolar AS memang cenderung melemah menjelang pertemuan Donald Trump dengan Presiden China, Xi Jinping, yang diperkirakan akan membahas isu-isu dan keamanan, termasuk mendesak Korea Utara agar membatasi perkembangan persenjataan. Usai dibuka turun, the greenback kembali terdepresiasi tipis 0,020 poin atau 0,02% ke 100,520 pada pukul 12.56 WIB.

Meski turun, namun pelemahan dolar AS sedikit tertahan usai mendapatkan dukungan dari importir Jepang pada tanggal gotobi, yaitu tanggal kelipatan lima yang secara tradisional dilakukan penyelesaian atau settlement perdagangan/pembayaran. “Hari ini, terdapat terhadap dolar AS karena ‘gotobi’, jadi penurunannya cenderung terbatas,” ujar Direktur -info Co. di Tokyo, Kaneo Ogino.

Kekhawatiran jelang pertemuan pemimpin AS dengan China memang menggerogoti pergerakan dolar AS, yang juga menerima tekanan dari meningkatnya spekulasi bahwa Trump akan menghadapi tantangan dalam mengimplementasikan kebijakan pro- yang telah dijanjikan. “Pasar wait and see tentang bagaimana Trump dapat melaksanakan janjinya terkait infrastruktur dan reformasi pajak,” sambung Ogino.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia mematok kurs tengah berada di level Rp13.329 per dolar AS, terdepresiasi 3 poin atau 0,02% dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.326 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang bergerak menguat terhadap greenback, dengan penguatan tertinggi dialami dolar Taiwan sebesar 0,22% dan yen Jepang sebesar 0,15%.

Loading...