Acuhkan Rebound Dolar, Kurs Rupiah Ditutup Menguat 12 Poin

Rebound yang dialami AS, akibat kekhawatiran ECB mengenai penguatan euro, ternyata tidak berpengaruh negatif terhadap pergerakan . Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda justru mampu menutup Kamis (18/1) ini dengan penguatan sebesar 12 poin atau 0,09% ke level Rp13.347 per AS, meski sempat dibuka di zona merah.

Sebelumnya, rupiah ditutup terdepresiasi 21 poin atau 0,16% di posisi Rp13.359 per dolar AS pada akhir Rabu (17/1) kemarin. Tren negatif mata uang NKRI berlanjut pagi tadi dengan melemah 6 poin atau 0,04% menuju level Rp13.365 per dolar AS ketika membuka pasar. Namun, spot mampu bangkit sehingga mengakhiri transaksi hari ini di zona hijau.

Dari pasar , indeks dolar AS terpantau rebound setelah mencapai titik terendah dalam tiga tahun, menyusul kekhawatiran European Central Bank (ECB) yang menganggap penguatan euro, yang mencapai lebih dari 3%, tidak bergerak selaras dengan fundamental ekonomi. Mata uang Paman Sam tersebut dilaporkan menguat 0,4% menuju level 90,875 terhadap sekeranjang mata uang utama, setelah sebelumnya berada di posisi 90,113, atau terendah dalam tiga tahun.

Dalam sebuah interview dengan salah satu koran di Italia, Vice President ECB, Victor Contancio, mengatakan bahwa apresiasi yang dialami euro akhir-akhir ini dianggap tidak bergerak selaras dengan fundamental ekonomi. Salah satu fundamental ekonomi yang bisa dilihat adalah data Indeks Konsumen zona Eropa yang tercatat hanya mencapai 1,4% secara year-on-year, yang menunjukkan laju inflasi stagnan dan belum sesuai target ECB yang sebesar 2%.

“Kekuatan yang dimiliki euro akan menimbulkan kekhawatiran terhadap ECB dan pasti akan menyulitkan para pembuat kebijakan,” ujar kepala strategi FX di RBC Capital Markets di London, Adam Cole, seperti dikutip dari Reuters. “Di samping itu, para juga mengambil keuntungan (aksi profit taking) setelah reli yang dilakukan euro baru-baru ini.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.365 per dolar AS, 42 poin atau 0,31% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.323 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,18% dialami ringgit Malaysia, disusul won Korea Selatan yang drop 0,14%.

Loading...