Abaikan Penguatan Dolar, Rupiah Ditutup Naik 36 Poin

Laju AS yang terus menguat usai pengumuman manufaktur AS yang menunjukkan ekspansi tampaknya dianggap angin lalu oleh rupiah. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menutup perdagangan Rabu (4/1) ini dengan penguatan sebesar 36 poin atau 0,27% ke level Rp13.440 per AS.

Rupiah mengawali sesi dagang hari ini dengan menguat tipis 9 poin atau 0,07% ke Rp13.467 per . Istirahat siang, mata uang Garuda kembali melambung 21 poin atau 0,16% ke level Rp13.455 per . Jelang penutupan atau pukul 15.46 WIB, spot masih nyaman di zona usai 38 poin atau 0,28% ke posisi Rp13.438 per dolar AS.

Sebelumnya, ISM manufacturing AS bulan Desember 2016 yang diumumkan semalam mengalami percepatan pertumbuhan pada level tertinggi selama dua tahun terakhir, yaitu naik ke posisi 54,7, sekaligus lebih tinggi dari estimasi yang berada di level 53,6. Sementara itu, data belanja konstruksi pada bulan November mencapai level tertinggi dalam lebih dari 10 tahun terakhir, sehingga mendorong kenaikan estimasi pertumbuhan ekonomi AS pada triwulan IV.

Kabar positif ini sontak mengatrol dolar AS yang menembus 103,35 atau naik 0,14%, sekaligus level tertinggi sejak lima tahun perdagangan terakhir. “Dolar AS menguat karena harapan ekonomi AS yang akan tumbuh dengan lebih cepat,” kata PT Waterfront Securities , Octavianus Marbun.

Namun, tampaknya pergerakan dolar AS yang positif ini tidak terlalu berdampak buruk bagi rupiah, yang terlihat sejak awal hingga akhir dagang. “Rilis data ekonomi AS, yaitu data pengangguran dan penjualan rumah yang tidak sesuai harapan membuat pelaku pasar mengambil posisi di aset emerging market, termasuk rupiah,” jelas Analis PT Bank Woori Saudara Tbk., Rully Nova.

Sementara itu, menetapkan kurs tengah pada siang tadi di level Rp13.478 per dolar AS, terdepresiasi 7 poin atau 0,05% dibandingkan perdagangan kemarin di posisi Rp13.485 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang terpantau bergerak menguat terhadap dolar AS, dengan penguatan paling tajam dialami rupee India sebesar 0,17% dan dolar Singapura sebesar 0,15%.

Loading...